My New Life

Namaku rere, aku adalah gadis yang hanya memiliki satu kaki. memang kaki kiriku harus diamputansi karena luka yang cukup parah.

“rere ayo,kamu harus ke sekolah!.”
“iya ma.” aku berseru
Saat akan turun tangga kakakku gina memarahiku karena aku terlalu lama. Di saat dalam perjalanan ke sekolah aku menangis karena tidak ada orang yang mau menghargaiku, termasuk kakakku.

Sampai di sekolah..
“wah lihat anak kaki satu sudah datang.” Sahut bella anak paling sombong dan terkaya di kelasku.
Aku hanya bisa menatapnya. aku segera duduk dan menaruh tongkat yang membantuku untuk berjalan.
“hai rere” neta sahabatku menyapaku
“hai juga ta” jawabku singkat

Aku dan neta memang gadis yang tidak sempurna. kadang-kadang neta lupa cara untuk berjalan, karena di memiliki lupa ingatan yang berlebihan.
“selamat pagi anak-anak”
“Selamat pagi bu neli”
“bagaimana kabar kalian?”
“baik bu neli”
“sekarang kita akan memulai pelajaran matematika, bu neli akan mengetes, kalian sudah belajar atau belum.” kata bu neli sambil menulis di papan tulis putih.

Murid-murid didalam kelas hening mungkin karena mereka tidak belajar tadi malam.
“nah anak-anak ini soalnya, pak muji berbelanja buku tulis seharga RP 70.000, mendapat potongan harga sebesar Rp 7.000 berapa persen (%) potongan harga tersebut?. ada yang bisa menjawab anak-anak?.” bu neli berbicara panjang lebar
Tiba-tiba bella mengacungkan tangannya “jawabannya 20% bu.”
“kamu salah bella. ada yang bisa?”
Netapun mengangkat tangannya ”aku bu jawabannya 15 eh.. 20 eh.. 10 bu 10 iya 10” jawab Neta terbata-bata karena lupa
“betul kame Neta kamu pasti belajar tadi malam.” Teman-teman bertepuk tangan, sedangkan neta hanya nyengir
Waktu demi waktu berjalan. Krinnggg… bel tanda pulang telah berbunyi. Karena aku belum di jemput aku duduk di teras sekolah.

Brukkk.. Tiba-tiba aku mendengar suara keras dan dilanjuti dengan suara tangis yang membuatku kaget. Aku segera menuju suara keras tadi dan menerobos kerumunan. Aku kaget setelah melihat suara keras tadi adalah Neta yang sedang jatuh mungkin dia lupa untuk berjalan.
“kamu tidak apa-apakan Net” Aku segera menolongnya,
tiba-tiba Bella menendang tongkat yang membantuku untuk berjalan hingga aku terjatuh. Bella hanya tertawa dan pergi begitu saja tanpa meminta maaf ataupun menolong.

Hari pengambilan raport diadakan seminggu lagi dan aku masih sedih atas perilaku bella. Aku berharap bella sadar atas tindakan yang diperilakukannya.
Hari pengambilan raport..
“mama.. sepertinya aku tidak akan menjadi juara kelas.”
“kok kamu bilang gitu sih sayang ?.”
“karena aku yakin, aku tidak akan pernah bisa membuat mama bahagia dengan diriku yang tidak sempurna.” Jawab rere dengan menangis
Mama yang merasa iba dengan anaknya saat itu, tiba-tiba ikut bersedih juga.
“sayang, kalah atau menang itu bukan hal yang penting. Jangan kamu pikir kamu tidak akan pernah membuat mama bahagia. Dengan semangatmu itu kamu sudah bisa membuat mama bahagia” mama berkata sambil memeluk anak bungsunya itu.
“meskipun kamu tidak sempurna tapi hati kamu lebih dari sempurna. Kehidupanmu sungguh mulia. It’s your new life tempulah hidup barumu dengan perasaan bahagia. Tidak ada manusia sempurna, manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk kamu sayang”
mama melanjutkan perkataannya yang membuat rere tersadar akan kekurangan dan kelebihannya.

Dan akhirnya…
“Yey kamu hebat rere bisa masuk 5 besar” kata mama bahagia
“iya ma akhirnya aku bisa mendapat ranking 4, ini semua berkat mama” kata rere sambil mencium pipi mama
Akhirnya rere tahu bahwa kehidupan manusia tidak ada yang sempurna. (neta ranking 1 lho.. hebat ya)

 


Comments




Leave a Reply

    Author

    Write something about yourself. No need to be fancy, just an overview.

    Archives

    February 2013

    Categories

    All