Arti Cerita dalam Dunia Imajinasi ku

Hujan malam ini mengingatkan ku pada suatu kisah yang begitu sulit untuk di sirna dari otakku, yang mana pada waktu itu cuaca tidak mau bekerja sama dengan ku, cahaya kilat berlarian di kegelapan langit yang meneteskan ribuan butiran air, petir pun bertengkar, rasanya jantungku mau copot, seakan kakiku tak sanggup untuk beranjak dari ranjang ku, tiba-tiba, bbwwwaaaarrrr, petir pun menyambar, dan kamarku tiba-tiba menjadi gelap, hummm… ternyata PLN juga ikut tuh ngerjain aku, sial!!! saat aku mencari-cari lampu untuk menemani kegelapan ku, terlintas di depan jendela kamarku dua buah cahaya yang sangat asing bagiku, dan tidak pernah sebelumnya aku temukan di hidupku. Aku bingun dan merasa heran, bercampur dengan rasa takut dan penasaran, apaan sih? kok aneh gitu? akh, mungkin pantulan kilat doank, ucapku dalam hati.

Dengan rasa penasaran yang di barengi dengan rasa takut dan kebelet pipis, ku beranikan diriku untuk keluar dari dalam kamarku, ku coba untuk melepaskan rasa kebelet pipis ku, haamm, lega rasanya, pipis udah selesai. Akupun kembali ke kamar, eh dua cahaya tadi kok nongol lagi yakh? fikiranku mulai berpaling, tetapi ku coba mengendalikan fikiranku, akh, mungkin itu cuma perasaan ku saja.

Menuju pulau impian ku, di sana aku bertemu dengan seorang cewek cantik, imoet, dan lucu, dia begitu anggun, parasnya yang elok, hatinya yang mulia membuat ku terkagum-kagum kepadanya. Ku coba untuk berkenalan dengannya.
”Nama kamu siapa?” tanya ku dengan lembut, dia menjawab “aku Rany, kalau kamu siapa?”,
”aku Dina,” Oh ya, kamu dari mana?
”Aku ingin mencari seseorang yang mau berteman dengan ku, yang mau menerima aku apa adanya. ”.
”Aku mau jadi sahabat mu, asalkan kamu juga bisa menerima kekurangan ku. ”
”Iya, jadi kita sekarang sahabatan donk?”

Sambil berbincang-bincang, kami duduk di bawah pohon yang rindang, ditemani kicauan burung yang merdu. Awalnya sih aku tidak begitu suka dengan cerita si Rany, karna dari awal mulai bercerita, dia selalu membicarakan masalah tentang kematian. Dia bilang:
“seandainya aku meninggal, apakah kamu akan selalu mengingatku Dina?”…
“Kok kamu ngomongnya gitu Ran? aku gak suka deh orang yang kayak gitu, ”
Sambil menangis, Rany berkata, “sebenarnya aku mengidap penyakit kanker otak Din, dan dokter sudah menvonis, umurku gag bakal lama lagi, kamu hati-hati ya? mungkin aku akan pergi tuk selamanya…”
Suara merdu ayam jantan ayahku pun mulai terdengar. Din, Dinaa… bangun sayang kata bunda ku. Lantunan azan di mesjid dekat rumah ku juga ikut membangunkan ku. Aku pun bangun dan langsung melakukan sholat subuh, setelah itu aku olahraga, karena kebetulan aku sudah libur karena sudah selesai melakukan ujian nasional.
Keesokan malamnya, sebelum tidur aku selalu ingat dengan kejadian malam kemaren, mimpi itu selalu menghantuiku, dan selalu membuatku untuk berfikir tentang sahabat ku. Ku peluk boneka pink kesayanganku, dan akupun tertidur.

Di dunia imajinasiku, aku melihat populasi semut hitam yang sedang asyik membawa secuil makanan, yang bagi mereka itu, mungkin sangat luar biasa, ku pandang mereka, begitu kompak, selalu bersama. Apabila mereka bertemu di jalan, mereka saling bersalaman. Tiba-tiba seekor kucing lucu menghampiriku seraya berkata,
”Hay cewek cantik, lucu, dan imoet, sedang apa kamu disini?”…
“loh? kok kamu bisa bicara?” ujarku kebingungan.
“kamu gak usah takut, aku cuma mau menyampaikan sebuah pesan kepadamu, jadilah kamu seperti semut-semut itu, yang selalu bersama, dan saling melengkapi satu sama lain. Dan jadikanlah kekurangan yang kamu miliki menjadi sebuah kelebihan yang gak pernah ada pada orang lain. Lalu kucing lucu itu tersenyum kepadaku”

Cahaya matahari tersenyum kepada ku saat bundaku membuka jendela kamarku, bangun nak, sudah siang, kata bundaku.
Akupun menoleh ke jendela kamarku, dan berfikir tentang mimpi ku itu. Ku ambil buku hijau yang tidak pernah menolak untuk mendengarkan ceritaku, tak pernah protes apa yang ku katakan, dan bahkan dia juga gak pernah capek untuk menemani di kala aku senang maupun sedih.
Kuceritakan kepada dia tentang mimpi ku yang sangat membuatku kebingungan itu.
Sudah dua hari ini aku selalu berfikir tentang mimpi ku ini, aku mengambil kesimpulan, kalau aku harus menjaga sahabat-sahabat ku dan memberi perhatian kepada sahabatku, karna sahabat adalah segalanya. Dan aku tidak boleh menyia-nyiakan jasa-jasa, pengorbanan, dan kesetiaan para sahabatku.

Sekarang aku sudah duduk di bangku kelas 10, kampus hijau MAN 2 Payakumbuh. Aku harus memulai hari-hariku yang baru di kelas ku yang baru dengan teman yang baru juga. Sahabat ku geby bersekolah di SMA 2. Awalnya aku tidak pernah mengaitkan mimpiku dengan Geby sahabat ku, karena dia selalu ada di sampingku saat aku senang maupun sedih, jadi aku berfikir, gag mungkin Geby akan meninggalkan ku, karna dia sudah aku anggap sahabat sekalian saudaraku sendiri.
Hari demi hari ku lalui di sekolah baruku, aku sudah mulai jarang bertemu dengan Geby sahabat terbaikku di MTsN, aku sibuk dengan keseharian ku, dan begitu juga dengan dia yang sibuk dengan hari-hari yang di jalaninya di sekolah barunya. Aku dan dia bisa berkomunikasi hanya lewat sms dan facebook saja.

Dulunya kami temenan baik berempat, aku, Geby, Kiki dan Rahmat. Kami sering bermain bersama, buat tugas bareng, pokoknya semuanya barengan. Karena kami sudah terpisah sekolah, aku dan Rahmat satu sekolah, Geby dan Kiki satu sekolah, jadi kami jarang bertemu lagi. Hingga suatu hari, saat Geby pulang sekolah lewat depan sekolahku, aku pun memanggil dia, melepaskan rasa kangen ku, aku sangat senang, awalnya aku berfikir dia masih baik seperti dulu, saat ku hampiri dia, gayanya yang sudah gak kelihatan seperti kayak dulu lagi, membuat otak ku sedikit berpikiran negative, ku coba menasihati otakku dengan hatiku, dan mencoba melawan nafsuku, aku gak boleh berfikiran negative kepada sahabatku sendiri.

Sesampainya di rumah, akupun mulai berfikir, mungkinkah mimpiku itu ada hubungannya dengan Geby ya? setan pun ikut menghasutku untuk melupakan Geby. Sempat aku berfikir “mungkin Geby sudah dapat sahabat yang baru, yang lebih baik dariku, dan dia melupakan janji nya yang pernah dia ucapkan dulu kepadaku ya?” Aku tersentak dari fikiran kotorku, dan mencoba lagi untuk berfikiran positif kepadanya. “Akhhh, mungkin itu hanya perasaanku saja. Mungkin dia lgi sibuk dengan urusan sekolahnya.” Ucapku dalam hati.

Hari demi hari, seminggu berlalu, sebulanpun lewat, saatnya ujian semester satu, aku sudah mulai sibuk dengan urusan sekolah ku, dan melupakan masalah tentang mimpiku dan sahabatku. Saat liburan telah tiba, biasanya Geby mengajakku liburan ke kampungnya, atau gak ke batam, tapi kok kali ini gak yah? kembali lagi aku mulai berfikir tentang mimpiku, sudah 3 bulan aku tidak mendapat kabar dari Geby sahabatku, ku coba kirim sms ke dia, tapi gak pernah dibalas, ku coba untuk berfikiran positif, “hemmm mungkin dia lagi gak ada pulsa kali ya?”.

Ku buka facebook ku, ku tulis di dinding nya, “sob, liburan kali ini kemana?”
3 hari ku tunggu, gak pernah dibalas.
Ku coba untuk pasrah, dan bersabar, ku coba tuk mengingat-ingat kesalahan apa yang sudah pernah ku lakukan, hingga sahabat terbaikku gak pernah lagi menghubungiku. Aku teringat kembali tentang mimpiku, sempat aku berfikir kalau dia memang sudah pergi jauh seperti yang ada dalam mimpiku. Tiba-tiba hp ku berdering, dan aku baca sebuah sms dari nomor yang gak aku kenal, katanya:
“sob, maav ya?, sms kamu baru aku balas, coz kemaren ne hp ku rusak, jadi semua sms dari kamu baru aku baca, kamu gak marahkan, ku harap kamu mengerti, by sahabatmu Geby”

Hemmmm, hatiku mulai lega dan dengan tersenyum aku membalas sms nya,
“iya gak apa-apa kok sahabatku, aku ngerti kok, memang aku sempat kesal dengan mu karna gak pernah lagi menghubungiku, dan aku fikir kamu sudah melupakan aku?” Aku pun mulai menyalahkan diriku, dan meminta maaf kepada geby sahabatku, kalau aku telah berburuk sangka kepadanya. Semenjak kejadian itu, akupun mulai mengerti dengan sahabatku Geby, saat aku kirim sms ke dia, aku gak pernah lagi berfikiran negative jika dia tidak membalas sms ku.
Hari-hari sudah terbiasa ku lalui tanpa hadirnya Geby, terkadang saat aku kesepian, aku selalu ingat dia, Geby yang dulunya selalu ada saat aku lagi senang, maupun sedih. Sekarang dia sudah gak pernah lagi datang di kehidupanku. Aku sangat sedih.

Ku coba untuk menghibur diriku, aku pun mulai berifikir, kini Geby sudah meninggalkanku, sekarang aku sudah gak pernah lagi bertemu dengannya, aku harus bisa bahagia dengan teman-teman baruku di sekolah baruku. Sudah setahun ini aku tidak pernah lagi bertemu dengan Geby, saat aku ada masalah dengan Rahmat, teman dekatku dengan Geby sewaktu MTsN, aku gak tau kepada siapa lagi aku harus menceritakan semua ini. Tidak pernah aku menyangka, persahabatanku dengan Geby akan hancur dan kandas di perjalanan. Geby yang dulu selalu ada dalam suka, duka, tangis, tawaku, kini telah menghilang begitu saja dengan sahabatnya yang baru.

Di sekolah baruku, aku mempunyai banyak sahabat, walaupun mereka tak sebaik Geby, tetapi aku sangat senang dengan kehadiran mereka. Mereka bisa menerimaku apa adanya. Kami selalu bersama dalam suka dan duka. Momo, Siti, Salsa, Yati, Ika, dan aku Dina. Kepada merekalah aku menceritakan semua tentang Geby, Rahmat dan Kiki sahabatku, mereka selalu setia mendengarkanku bercerita, dan sesekali melontarkan komentarnya kepadaku. Hingga suatu hari, saat bel istirahat berbunyi, semua teman-temanku keluar untuk jajan. Aku duduk termenung di pojok kelasku dengan wajah cemberut. Tiba-tiba Salsa, Yati, Momo, Siti, Ika menghampiriku
“kamu kenapa din? Kok cemberut gitu? kamu gag jajan? ada apa? cerita donk ke kami!”
aku menceritakan semua itu kepada mereka, dan merekapun berkata, “tenang din, disini masih ada kami yang akan setia menemanimu. Gak usah terlalu difikirkan, itu cuman masalah biasa dalam persahabatan, toh lain waktu mereka itu bakal menyesal karena udah lupain kamu”
“terimakasih sahabat-sahabatku, kalian memang sahabat terbaikku.” Saat asyik-asyiknya bercerita, Tinuninuttt. .
Bel masuk pun berbunyi, semua siswa masuk ke kelasnya masing-masing.
Jam pelajaran akan di mulai.

Saat pulang sekolah, kami kembali bercerita tentang masalah ku dan sahabat lama ku. Momo, Siti, Yati, Salsa, Ika, Aulia, mengelilingiku, sambil mewawancaraiku, bagaimana masalah ini bisa terjadi, mereka menananyakan secara detail kepadaku tentang masalahku ini. Setelah ku uraikan secara rinci, lagi-lagi mereka berkata, “kamu jangan sedih lagi ya din, kan disini masih ada kami yang akan setia menemani mu, kalau misalnya Geby udah gag ada lagi menghubungi mu, kamu bersabar saja dulu, mungkin dia sedang sibuk banget dengan tugas-tugas sekolahnya, atau hp nya diganti, jadi nomor hp kamu terhapus di kartunya dia. Berpositif tingking saja”
Sambil meneteskan air mata bahagia, kupeluk mereka, dan kuucapkan “terimakasih sahabat-sahabatku, kalian sahabat terbaikku”.

Akupun pulang kerumah bersama-sama sahabatku.
Kini aku teringat dengan pesan Rany dan pesan si kucing lucu di dalam mimpi ku yang berarti itu. Mungkin mimpiku di malam yang pertama memberikan suatu symbol, bahwa Geby akan meninggalkanku, dan dan pesan kucing lucu itu, dengan perginya Geby, mungkin saja aku banyak kekurangan hingga Geby memilih untuk meninggalkan aku untuk teman-temannya yang baru. Jadi aku harus berbahagia, saling melngkapi seprti semut dan saling bersatu dengan sahabat-sahabat baruku.

 


Comments




Leave a Reply

    Author

    Write something about yourself. No need to be fancy, just an overview.

    Archives

    February 2013

    Categories

    All